Kamis, 14 November 2013

Abu Nawas

Abu Nawas
Abu Nawas
Abu Nawas – Abu Ali Al Hasan bin (anak dari) Hani Al-Hakami lahir pada tahun 750 meninggal tahun 810, seorang Abu Ali al-Hasan ini biasanya dikenal pada zaman sekarang sebagai Abu-awas atau Abu-Nuwas dengan tulisan arabnya: ابونواس. Julukan Abu Nawas berasal dari bahasa Arab untuk Abu ali Al Hasan yang memiliki Arti “seorang pujangga Arab”. Dia lahir di kota Ahvaz bagian dari negeri Persia, mengalir di dalam dirinya dara dari dua bangsa yaitu: Arab dan Persia.
Abu Nawas adalah sebagai salah seorang penyair yang terbesar dan terkenal di sastra Arab klasik. Dia juga salah seorang yang sangat populer dan sering muncul hingga beberapa kali dalam sserita Seribu Satu Malam yang terkenal di negara Indonesia ini dengan cerita-ceritanya yang lucu dan mendidik karna terdapat banyak hikmah dari kisah-kisah yang dilakoninya.
Ayahnya, Hani al-Hakam adalah anggota dari legiun militer Marwan II. Sedangkan ibunya Jalban, wanita dari Persia yang bekerja sebagai seorang pencuci kain wol. Sejak kecil dia telah yatim. Sang ibu lalu membawanya ke Bashrah bagian dari negara Irak. Di kota ini Abu awas mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan.
Di masa mudanya penuh dengan perilaku kontroversial membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh unik pada khazanah sastra Arab. Meski begitu, sajaknya sarat dengan nilai-nilai sprirtual yang  memiliki maksud tentang rasa kemanusiaan serta keadilan. Abu Awas mempelajari sastra Arab pada Abu Ubaidah dan Zaid al-Anshari. Dia pun mempelajari Al-Quran pada Ya'qub al-Hadrami. Sedangkan Ilmu Hadis dia belajar pada Muktamir bin Sulaiman, Abu Walid bin Ziyad, Azhar bin Sa'ad as-Samman dan Yahya bin Said al-Qattan.
Pertemuannya dengan seorang penyair Kufah (Walibah bin Habab al-Asadi), memperhalus tata dan gaya bahasanya serta membawanya kepuncak kesusastraan Bahasa Arab. Walibah tertarik pada bakat Abu Awas kemudian membawanya ke Ahwaz, kemudian ke Kufah. Di Kufah bakat dari Abu awas digembleng. Ahmar memerintahkan Abu Awas untuk tinggal di pedalaman, hidup dengan orang-orang Arab Badui dalam memperhalus dan memperdalam bahasa Arab.
Kemudian dia pindah ke Baghdad. Di pusat dari peradaban Dinasti Abbasyiah ini Dia berkumpul bersama para penyair terkenal. Berkat kehebatannya dalam menulis puisi, Abu Nawas bisa berkenalan para bangsawan. Namun kedekatannya dengan para bangsawan puisi-puisinya di masa itu berubah yang cenderung memuja dan menjilat para penguasa.
Abu Nawas digambarkan sebagai seorang penyair multivisi, berlidah tajam, penuh canda, pengkhayal ulung serta tokoh terkemuka sastrawan.  Tetapi sayang,  karyanya justru jarang terkenal di dunia intelektual. Dia hanya dipandang sebagai seorang yang suka bertingkah lucu serta tidak lazim. Pandai menulis puisi yang indah hingga menarik perhatian dari Khalifah Harun al-Rasyid.
Title: Abu Nawas; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by Hidup Sehat Dengan Buah-Buahan