Kamis, 14 November 2013

Kisah Lucu Abu Nawas

Kisah Lucu Abu Nawas
Kisah Lucu Abu Nawas
Abu Nawas belum Pulang. Kata istrinya dia bersarma seorang Pendeta dan seorang Ahli Yoga yang sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal di saat itu Baginda sedang membutuhkan bantuan Abu Nawas. Pada hari-hari terakhir ini Baginda merencanakan untuk membangun istana awang-awang. diKarenakan sebagian dari kerajaan negeri sahabat telah membangun kerajaan yang luar biasa.
Baginda tak ingin menunggu Abu Nawas lebih lama. Beliau mengutus orang kepercayaannya untuk menemukan Abu Nawas. Mereka pun tidak berhasil menemukan Abu Nawas, ternyata telah berada dirumah ketika mereka baru pergi dari rumah Abu Awas.
Nawas menghadap Raja Harun Al Rasyid. Baginda sangat riang Saking gembiranya dia mengajak Abu Nawas untuk bergurau. Setelah saling cerita-cerita lucu, lalu Baginda mengutarakan rencananya. “Aku ingin membangun istana awang-awang agar Iebih terkenal di antara raja-raja. Adakah kemungkinan keinginanku terwujud, wahai Abu Awas?” “Tak ada yang tak mungkin dilakukan di dunia Paduka yang mulia.” Kata Abu Awas yang berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda raja.
“Menurut pendapatmu hal itu tak mustahil diwujudkan maka aku serahkan seluruhnya tugas ini padamu.” kata Baginda dengan puas. Abu Nawas pun terperanjat, Dia menyesal mengatakan kemungkinan mewujudkan istana awang-awang. Tetapi nasi menjadi bubur. Kata- kata telah terlanjur didengar Baginda tidak mungkin ditarik lagi. Baginda memberi waktu beberapa minggu, Rasanya tidak ada yang lebih berat untuk Abu Nawas kecuali tugas yang sedang diembannya.
Jangankan membangun istana di atas langit, membangun sebuah gubuk kecil merupakan hal yang mustahil dikerjakannya. Hanya Tuhan yang mampu melakukannya. Begitu kata Abu Nawas di dalam hatinya. Hari-hari telah berlalu seperti biasa. Tidak ada yang dikerjakan oleh Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana meyakinkan baginda kalau yang dibangun benar-benar istana di langit. Semua pikiran dikerahkannya, Abu Nawas berfikir ketika masa kanak-kanaknya.
Sampai Dia ingat bahwa dulu Dia pernah bermain layang-layang. Inilah membuat Abu Nawas menjadi girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan waktu Dia bersama beberapa kawannya membuat layang-layang raksasa dengan bentuk persegi empat. Setelah selesai Abu Nawas melukis pintu-pintu dan jendela-jendela serta ornamen-ornamen lainnya. Ketika seluruhnya selesai Abu Nawas dan kawannya menerbangkan layang-layang itu dari tempat yang dirahasiakan. Begitu layang-layang berbentuk istana terbang di angkasa, penduduk negeri menjadi gempar.
Baginda Raja senang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas telah berhasil membangun istana di awang-awang? Dengan tak sabar beliau didampingi orang pengawal bergegas menemui Abu Awas. Abu Awas berkata dengan bangganya. “Paduka yang mulia, istana Paduka telah rampung.” “Engkau memang benar-benar hebat.” kata Baginda memuji Abu Nawas.
“Terima kasih yang mulia.” kata Abu Nawas “Lalu bagaimana caranya ke sana?” tanya Baginda. “Menggunakan tambang, Paduka yang mulia.” Sahut Abu Nawas.
“siapkan tambang itu sekarang. Saya ingin melihat istanaku dari dekat.” kata Baginda tak sabar lagi.
“Maafkan hamba wahai Paduka. Hamba lupa memasang tambang itu. Sehingga seorang teman hamba tertinggal di sana dan tak bisa turun.” kata Abu Nawas.
“Bagaimana denganmu? Bagaimana engkau turun?” tanya Baginda.
“Menggunakan sayap Paduka” kata Abu Nawas dengan sombongnya.
“Kalau begitu buatkan sayap supaya bisa terbang ke sana.” Kata Baginda.
“Paduka, sayap itu hanya dapat diciptakan dalam mimpi.” Abu Nawas menjelaskan.

Dengan ucapan nya Bagindapun marah dan tersinggung.
“Engkau berani mengatakan saya gila sepertimu?” tanya Baginda dengan melotot.
“Ya, paduka . Kurang lebih seperti itu.” Abu Nawas menjawab dengan tangkas.
“Maksudmu?” tanya Baginda.
“Baginda tahu membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap saja menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba pun tahu bahwa pekerjaan ini mustahil untuk dikerjakan, Tetapi hamba menyanggupi keinginan Baginda yang tidak masuk akal ini.” kata Abu Nawas berusaha meyakinkan.

“Sebenarnya siapakah yang gila diantara kita?” tanya Baginda mulai jengkel. “Hamba kira kita ber-2 sama tidak waras Tuan ku.” jawab Abu Nawas tanpa ragu. Tanpa menoleh Raja kembali ke istana dengan para pengawalnya. Abu Nawas pun berdiri sendirian sambi memandang ke istana terapung di awang-awang. 
Title: Kisah Lucu Abu Nawas; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by Hidup Sehat Dengan Buah-Buahan